Pelatihan Pemulasaraan Jenazah Bagi Wanita, LPPM UIN Syekh Wasil Kediri Gandeng PAC Muslimat NU Kecamatan Pesantren Kota Kediri
Kota Kediri, 18 November 2025 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Syekh Wasil Kediri menyelenggarakan Pelatihan Pemulasaraan Jenazah Bagi Wanita yang bertempat di MI NU Betet Pesantren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri pada Selasa (18/11/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Desa Binaan yang secara rutin dilaksanakan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam bidang keagamaan dan pelayanan sosial. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua LPPM UIN Syekh Wasil Kediri, Taufik Alamin, M.Ag., Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat, Achmad Munif, M.Pd.I., Ketua Muslimat NU Cabang Kota Kediri, Ibu Nyai Hj. Nurul Latifah, S.Ag., M.Pd.I., Ketua MWC NU Pesantren, KH. Hasan Bisri, serta Ketua Muslimat NU PAC Pesantren, Ibu Nyai H. Ika Tauhidah, S.Ag.
Pelatihan ini menghadirkan dua pemateri utama, yaitu KH. M. Mahrus Mahalli, yang menyampaikan materi seputar Hukum dan Syarat Rukun Merawat Jenazah, serta Ustadz H. Imam Maksum, S.Kom.I., yang memandu sesi praktik pemulasaraan jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, menshalatkan, hingga menguburkan sesuai tuntunan fikih ahlussunnah wal jama’ah. Jalannya acara dipandu oleh moderator Dr. KH. Moh. Akib, M.Ag., yang membawa suasana diskusi menjadi lebih interaktif dan mudah dipahami oleh peserta.
Dalam sambutannya, Taufik Alamin, selaku Ketua LPPM UIN Syekh Wasil Kediri, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal keilmuan yang benar kepada masyarakat, khususnya kelompok perempuan di lingkungan Muslimat NU. “Pelatihan pemulasaraan jenazah merupakan keterampilan penting yang harus dipahami masyarakat. Melalui program Desa Binaan ini, kami berharap Muslimat NU mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan sosial keagamaan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Ibu Nyai Hj. Ika Tauhidah, S.Ag., Ketua PAC Muslimat NU Kecamatan Pesantren Kota Kediri, turut mengapresiasi sinergi antara UIN Syekh Wasil Kediri dan Muslimat NU. Menurutnya, kemampuan merawat jenazah adalah kewajiban fardhu kifayah yang harus dikuasai oleh umat. “Pelatihan ini sangat penting terutama untuk kalangan Muslimat. Kami bersyukur bisa bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam memperluas manfaat bagi masyarakat,” tutur beliau. Pada sesi materi, KH. M. Mahrus Mahalli memberikan penjelasan mendalam terkait tuntunan fikih dalam merawat jenazah. Mulai dari adab, tahapan memandikan, hingga tata cara mengkafani yang benar sesuai tradisi nahdliyyin.
Sesi dilanjutkan dengan praktik langsung yang dipandu Ustadz H. Imam Maksum, di mana peserta diberikan kesempatan untuk melihat dan mempraktikkan cara mengkafani, menshalatkan, dan menguburkan jenazah sesuai prosedur fikih. Acara ditutup dengan closing statement yang disampaikan oleh Achmad Munif selaku Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat, yang menekankan pentingnya pemberdayaan kelembagaan perempuan. “Muslimat NU memiliki peran strategis dalam dakwah sosial. Dengan pelatihan ini, kami ingin meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat kolaborasi antara kampus dan masyarakat,” ungkapnya.



